Hati-hati dengan Gelar
![]() | |
| Sumber: Internet |
Perayaan
wisuda sarjana Kampus IAIC, STTC dan STIEC Digelar pada (25/09/13)
Tentu
saja hal itu adalah momen yang telah lama dinanti-nanti oleh mereka para
wisudawan dan wisudawati. Setelah mengikuti perkuliahan selama kurang lebih 8
semester lamanya. PPL, KKN, UJIAN LISAN hingga SIDANG SKRIPSI semuanya telah
berakhir dan itu semua mereka lewati dengan tidak mudah.
Sudah
barang pasti rasa bangga bercampur bahagia berbaur menjadi satu, karena saat
ini Mereka bukan hanya telah lulus dari bangku perkuliahan saja, namun mereka
pun telah resmi bergelar sarjana sesuai dengan fakultas masing-masing.
Berbicara tentang gelar, ternyata belakangan
ini gelar sedang menjadi buah perbincangan mereka para mahasiswa fakultas
tarbiyah khususnya, karena kabarnya gelar S.Pd.I akan diganti dengan S.Tar, sebagian dari
mereka menolak atas perubahan itu dengan macam-macam alasan. Ada yang bilang
aneh, gak cocok, dan dengan alasan-alasan lainnya. Mungkin pada intinya gelar
S.Tar terasa asing di telinga Mereka, sehingga mereka enggan jika S.Pd.I
diganti, padahal tak ada masalah jika
benar adanya pergantian tersebut. Toh, sama sekali tak berpengaruh pada jabatan
mereka, apalagi pada diri mereka sendiri.
Tak
lagi dipungkiri bahwa gelar memang menjadi alasan sebagian orang sehingga memilih
untuk kuliah. Di samping itu semua,
ternyata ada yang mereka lupakan. Tentang gelar itu sendiri.
Bergelar
berarti harus siap dengan tuntutan gelarnya, itu artinya misalkan jika mereka
dari fakultas tarbiyah PBA maka mereka di tuntut untuk mampu menguasai
pelajaran yang berbau bahasa arab. Bahkan harus mampu Berbahasa Arab sekalipun,
dan nantinya mereka harus siap jika negara membutuhkannya untuk menjadi tenaga
pendidik.
Begitupun dengan mahasiswa fakultas-fakultas
lainnya merekapun di tuntut untuk menguasai pelajaran yang sesuai dengan
gelarnya itu. Pokoknya Jangan sampai gelar kita nanti, tidak dibarengi dengan kabisa(Kemampuan).
Malulah kita. Apa kata dunia?

No comments:
Post a Comment