Friday, 18 September 2015

Jangan Jadi Mahasiswa NATO(No Action Talk Only


Sumber: Internet
Belakangan ini dunia politik negara kita, sedang heboh dengan adanya Pilkada. Tentu saja banyak sekali orang dari berbagai kalangan entah dari kalangan  pejabat, pembisnis, artis dan sebagainya ikut serta dalam merebut kursi kepemimpinan, mereka mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif bahkan Eksekutif yang rata-ratanya banyak dari mereka yang hanya mengobral janji tanpa adanya bukti.
 
Pantas saja ada yang mengatakan kalau antara Pilkada dengan Pilkb itu berbalik makna, kalau pilkada begitu jadi langsung lupa, sedangkan kalau Pilkb begitu lupa langsung jadi.

Ketika sedang masa-masanya kampanye, mereka semua berbondong-bondong terjun mendatangi pasar-pasar tradisional, pondok-pondok pesantren, hingga ke pemukiman rakyat-rakyat yang kurang mampu, seakan-akan mereka peduli dengan nasib rakyat. Padahal itu semua adalah salah satu cara mereka untuk mencari simpati rakyat saja atau istilahnya pencitraan. Namun tatkala mereka terpilih mereka lupa dengan janji-janji yang pernah disampaikan. Yang akhirnya membuat rakyat harus menanggung derita sendiri karena BBM terus naik, harga kebutuhan pokok yang kian mencekik, serta mencari penghasilan yang amat sulit apalagi kini, rupiah semakin tertindas.

Nah, itulah yang saya maksud NATO ”No Action Talk Only” tidak ada tin
dakan hanya bicara saja. Dan mirisnya hal ini pun sudah terjadi dikalangan pemuda pemudi yang menjadi tumpuan harapan  bangsa, kita bisa melihatnya sendiri dikalangan mahasiswa misalnya, kini, banyak diantara mereka yang dikampusnya banyak menggugat. Namun saat kampus mengadakan acara atau kegiatan mereka tak ikut berpartisipasi bahkan mereka tak menampakkan diri.

Hal semacam ini rasanya telah menjadi budaya bangsa kita yang keliru. Oleh karena itu sudah saatnya kita hapus dan singkirkan budaya semacam ini dari negeri tercinta, tidak kah anda ingin negeri ini terbebas dari pejabat-pejabat negara yang demikian dan polusi korupsi yang ramai di bicarakan? Sebagai generasi baru yang sudah barang pasti memiliki akal serta semangat baru. 

Mungkin saat ini kita tak mampu mengubah Indonesia namun, Ayo kita tunjukan kepedulian kita untuk bangsa ini, jadikan diri kita pribadi-pribadi yang dapat di percaya dan bertanggung jawab. Dengan begitu setidaknya kita sedikit melangkah kearah yang lebih cerah.

Sumber: Internet

Note: Tulisan ini sudah lama sekali dibuat, kira-kira pada 120813 lalu.

No comments:

Tags

Artikel (10) Pesantren (7) IAIC (5) puisi (4) Kampus (3) Mahasiswa (2) Potret (2) Wawasan (2) Buku (1) Cipasung (1) Inspiratif (1) Resensi (1) Sekolah (1) agama (1) kegiatan (1) traveling (1)