Thursday, 15 January 2015

Presiden Baru Doyan Bikin Heboh


Sempat ada perasaan takut untuk menuliskan dan melanjutkan tulisan ini. namun seperti halnya beban, jika tidak diselesaikan maka akan terus memberatkan kepala, hampir saban pagi, saat melototi Koran yang biasa dijajapkan oleh agen Koran sebut saja mang Ridwan. Muncul dorongan kuat yang memaksa saya untuk bikin tulisan. Setidaknya untuk memberitahu kawan yang belum baca Koran(baca: berita) atau belum sempat mendengarnya. Sebagaimana yang pernah saya sampaikan di medsos, bahwa: “Saya membaca agar tahu, dan saya menulis untuk membertahu.” Dan tujuan lainnya sebagai bentuk kepedulianku terhadap negeri tercinta ini.
Presiden baru RI, menurut saya acapkali membuat heboh masyarakat Indonesia, betapatidak, ketika awal jadi calon presiden beliau masih dalam status sebagai Gubernur Jakarta dan bahkan sebelum mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta pun beliau dalam status Wali Kota Solo. Ya, sepintas mungkin akan terasa lucu, jadi Wali kota saja nggak lulus , Gubernur pun belum beres kok malah mau nyalon presiden?. Hal ini sempat menghebohkan masyarakat Indonesia.
Dan di awal kepemimpinannya beliau menghentakkan rakyat, pasalnya BBM dinaikkan padahal harga minyak dunia sedang turun. Tentu itu adalah bentuk kesengsaraan bagi rakyat khususnya kalangan bawah. Bagaimana tidak, ketika harga BBM naik, maka secara otomatis harga barang-barang yang lainnya juga ikut naik. Dan lebih aneh nya pada malam tahun baru BBM diturunkan kembali. Meski begitu namun harga jasa angkutan umum dan yang lainnya yang ikut naik, tidak kembali turun.
Disamping itu, beberapa hari ini dikabarkan bahwa sang Presiden mengajukan calon KAPOLRI, dengan tanpa melibatkan KPK. Padahal mestinya KPK dilibatkan dalam semua urusan. Agar bisa diselidiki segala sesuatunya seperti rekam jejak si calon dan sebagainya. Ini menjadi permasalahan yang cukup serius, sebab si calon tersebut tengah terjerat kasus rekening gendut, meski masih berupa dugaan sementara tapi hal itu mestinya menjadi bahan pertimbangan dan patut diwaspadai.
Di awal kepemimpinan bapak Joko Widodo, memang semua yang dilakukan beliau seolah menimbulkan tanya, bukan itu saja bahkan menghebohkan massa, saya berharap semoga pemulaan yang pahit ini, diobati dengan akhir yang manis.[]
Sempat ada perasaan takut untuk menuliskan dan melanjutkan tulisan ini. namun seperti halnya beban, jika tidak diselesaikan maka akan terus memberatkan kepala, hampir saban pagi, saat melototi Koran yang biasa dijajapkan oleh agen Koran sebut saja mang Ridwan. Muncul dorongan kuat yang memaksa saya untuk bikin tulisan. Setidaknya untuk memberitahu kawan yang belum baca Koran(baca: berita) atau belum sempat mendengarnya. Sebagaimana yang pernah saya sampaikan di medsos, bahwa: “Saya membaca agar tahu, dan saya menulis untuk membertahu.” Dan tujuan lainnya sebagai bentuk kepedulianku terhadap negeri tercinta ini.

Presiden baru RI, menurut saya acapkali membuat heboh masyarakat Indonesia, betapatidak, ketika awal jadi calon presiden beliau masih dalam status sebagai Gubernur Jakarta dan bahkan sebelum mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta pun beliau dalam status Wali Kota Solo. Ya, sepintas mungkin akan terasa lucu, jadi Wali kota saja nggak lulus , Gubernur pun belum beres kok malah mau nyalon presiden?. Hal ini sempat menghebohkan masyarakat Indonesia.

Dan di awal kepemimpinannya beliau menghentakkan rakyat, pasalnya BBM dinaikkan padahal harga minyak dunia sedang turun. Tentu itu adalah bentuk kesengsaraan bagi rakyat khususnya kalangan bawah. Bagaimana tidak, ketika harga BBM naik, maka secara otomatis harga barang-barang yang lainnya juga ikut naik. Dan lebih aneh nya pada malam tahun baru BBM diturunkan kembali. Meski begitu namun harga jasa angkutan umum dan yang lainnya yang ikut naik, tidak kembali turun.
Disamping itu, beberapa hari ini dikabarkan bahwa sang Presiden mengajukan calon KAPOLRI, dengan tanpa melibatkan KPK. Padahal mestinya KPK dilibatkan dalam semua urusan. Agar bisa diselidiki segala sesuatunya seperti rekam jejak si calon dan sebagainya. Ini menjadi permasalahan yang cukup serius, sebab si calon tersebut tengah terjerat kasus rekening gendut, meski masih berupa dugaan sementara tapi hal itu mestinya menjadi bahan pertimbangan dan patut diwaspadai.

Di awal kepemimpinan bapak Joko Widodo, memang semua yang dilakukan beliau seolah menimbulkan tanya, bukan itu saja bahkan menghebohkan massa, saya berharap semoga pemulaan yang pahit ini, diobati dengan akhir yang manis.[]

No comments:

Tags

Artikel (10) Pesantren (7) IAIC (5) puisi (4) Kampus (3) Mahasiswa (2) Potret (2) Wawasan (2) Buku (1) Cipasung (1) Inspiratif (1) Resensi (1) Sekolah (1) agama (1) kegiatan (1) traveling (1)