Friday, 10 March 2017

March 10, 2017

Rehatlah Dari Rutinitas Anda Dengan Mengikuti Pasaran di PMHU CIKOLE

 Pasaran atau kuliah kilat yang sering kita dengar merupakan salah satu program unggulan di tiap pondok pesantren. Umumnya suatu pesantren masing-masing memiliki jadwal kegiatan pengajian kuliah kilatnya sendiri. Misalnya Bulan Ramadhan, Syawal, Haji, Mulud, Rajab atau bahkan bulan-bulan lainnya. Kata pasaran atau kuliah kilat sendiri berarti sebuah pengajian yang bisa diikuti oleh santri mukim/dalam (yang menetap dipesantren tersebut), atau juga oleh santri mufassir/luar (yang berasal dari pesantren lain). Disebut Kilat, karena memang waktu pengajiannya dibuat sekilat mungkin. Kitab tipis atau bahkan setebal apapun, bisa diselesaikan dengan waktu yang relalatif lebih cepat, dibanding di luar pasaran. Alhasil hemat penulis. Kegiatan Pasaran itu, mengkaji suatu kitab dengan memadatkan waktu juga penjelasan yang tidak bertele-tele. Pasaran ini sangat cocok bagi para pembelajar sejati yang tidak memiliki banyak waktu luang. Tersebab sudah berkecimpung ke dunia kerja atau lainnya. Sehingga tidak lagi punya kesempatan mondok. Ngomong-ngomong soal pasaran. Dalam waktu dekat ini, Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyyah (PMHU) atau lebih mahsyur dengan sebutan pesantren Cikole Ciamis. Akan menggelar Kegiatan kuliah kilat, yang akan dimulai pada: 21 Maret 2017 hingga 2 bulan ke depan, yang bertempat di Aula Pesantren. Materi kitab yang akab didobrak habis yaitu kitab 'Ianatut Thoolibiin (4juz) dan Bajuri (2 juz).

 Menariknya, selain para peserta akan dibekali ilmu fiqih yang bersumber dari dua kitab tadi. Para peserta pun setiap minggunya akan diajak untuk debaan atau membaca al-barjanji bersama. Juga Setiap bulannya santri akan diberikan kesempatan bertanya seputar apapun. Seputar Polemik kehidupan dan berbagai persoalan. Dan tak hanya itu, peserta pun akan diajak shalat malam serta dzikrul lail bersama. Nah, Disaat itulah akan ada renungan indah yang dipimpin oleh dewan asaatid Cikole. Menyoal tentang peserta. Anda jangan khawatir karena tidak hanya yang jomblo yang sudah punya pasangan, putra, atau cucu pun berhak mengikuti pasaran ini. Karena kegiatan ini tidak dibatas usia. Siapapun boleh ikut. Dan bagi anda yang jomblo. Jangan risau atau nggak pede, kamu nggak bakal sendirian. Karena banyak jomblo-jomblo lain yang akan menemani hari-hari anda mengaji di PMHU. Hahaa

Tuesday, 6 September 2016

September 06, 2016

SYARAH STATUS FACEBOOK: ADA TASYABBUH DI ANTARA KITA




Mengenai status facebook kemarin, yang saya layangkan di akun facebook pribadi. Ya, sebuah himbauan kepada santri putri untuk tidak tasyabuh. Di antara tasyabuh adalah, menggunakan  sarung yang dibuat khusus untuk laki-laki. Contoh yang saya sebut-sebut di dalamnya.

Ternyata, tidak sedikit yang tertarik. Nampaknya, status itu memancing banyak kalangan. Bahkan beberapa akun yang wujudnya kal adam pun ikut wujud dengan sendirinya. Wkwkwk

Cukup membuat nyali saya ciut, saat satu persatu saya baca komentar mereka. Tapi, tidak berhenti di situ. Saat saya yang memulai maka, saya harus bertanggung jawab dengan kerusuhan atau pun macam kondisi yang semi panas itu. Ya, ternyata berada di kerumunan ikhwan , saya seketika menjadi gerah. 

Baiklah, saya respon satu persatu dari komentar yang ada. Kang Rian, Tasyabuh itu menyerupai, menyerupai sesuatu terhadap sesuatu yang lain. Ada beberapa tasyabuh yang dipermasalahkan. Namun status saya ini, mengambil satu tema saja, yaitu tasyabuhnya seorang perempuan kepada laki-laki atau pun sebaliknya.

 Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa pakaian dikenakan oleh seorang muslim maupun muslimah sebagai ungkapan ketaatan dan ketundukan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena itu berpakaian bagi seorang muslim memiliki nilai ibadah. Karena itu dalam berpakaian iapun mengikuti aturan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Mengenai hal itu . Melalui cara berpakaian yang mengikuti aturan Islam, sesungguhnya Allah berkehendak memuliakan manusia sebagai makhluk yang memang telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang mulia. Sebaliknya dengan tidak mengikuti cara berpakaian sesuai yang dikehendaki Allah, menyebabkan kedudukan manusia jatuh dan terhina.

Dalam hal berpakain, Rasulallah SAW dalam hadits marfu’nya,  riwayat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan,
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ الْمُتَشَبِّهِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”( Lihat Hadits riwayat Al-Bukhari,  Fathul Bari, 10/332.)
         Nah, dari keterangan hadits ini lah lalu muncul kata tasyabuh. Telah jelas, bahwa Rosul yang  mulia, melaknat mereka yang berbuat tasyabuh.  Bahkan,  Penyerupaan yang dimaksud bersifat umum. Misalnya melakukan gerakan anggota tubuh, dalam berbicara, dalam berjalan, dan seluruh gerak dan diam. Termasuk, di dalamnya cara berpakaian dan berdandan.” Laki-laki tidak dibolehkan memakai kalung, gelang, anting, gelang kaki dan sebagainya. Ironisnya, ini yang banyak kita saksikan di sekitar kita. (Keterangan ini, bisa di lihat dalam Is’adurrofiq juz 2 Hal. 20)

       Demikian juga sebaliknya, wanita tidak diperbolehkan memakai pakaian yang biasa digunakan oleh laki-laki. Misalnya kemeja, baju atau pakaian khusus biasa untuk pakaian pria lainnya. Masing-masing hendaknya menjaga perbedaan jenisnya, dengan memakai pakaian yang sesuai dengan fitrahnya.

Untuk Kang Choedhory, sepengalaman saya, jika memang pakaian tersebut didesain untuk digunakan oleh wanita, tidak madarat, walaupun kebiasaannya, pakaian tersebut( atau sesuatu yang lain) digunakan oleh kaum adam. Misalnya, sekarang ini, banyak kemeja yang didesain khusus untuk digunakan perempuan.

      Untuk Kang Ilham, sarung itu untuk umum, tapi ada sarung yang dibuat untuk laki-laki, dan ada pula yang dikhususkan untuk perempuan. Nggak ada iklan sarung laki-laki, Modelnya perempuan. Dan sebaliknya. Hehe

   Selanjutnya, untuk memperkuat dalil, saya sertakan keterangan tentang tasyabuh yang dinuqil dari kitab bughyah:
بغية المسترشدين - (1 / 604
مسألة : ي) : ضابط التشبه المحرم من تشبه الرجال بالنساء وعكسه ما ذكروه في الفتح والتحفة والإمداد وشن الغارة ، وتبعه الرملي في النهاية هو أن يتزيا أحدهما بما يختص بالآخر ، أو يغلب اختصاصه به في ذلك المحل الذي هما فيه

Artinya: Penyerupaan yang di haramkan pada kasus penyerupaan orang laki-laki pada perempuan dan sebaliknya adalah apa yang diterangkan oleh Ulama Fiqh dalam kitab Fath aljawaad, Tuhfah, Imdaad dan kitab syun alghooroh. Imam Romli juga mengikutinya dalam kitab Annihaayah, Batasannya adalah bila salah satu dari lelaki atau wanita tersebut berhias memakai barang yang dikhususkan untuk lainnya atau pakaian yang jamak di gunakan pada tempat tinggal lelaki dan wanita tersebut.

Disampaikan juga dalam Sunan Abu Dawud hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةُ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud no. 3575. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata: Hadits ini hasan dengan syarat Muslim).
   Dan masih banyak, pendapat-pendapat para Ulama tentang hal ini.

Kesimpulan: jika suatu nash syar’i menyebutkan laknat terhadap suatu kaum kerana melakukan perbuatan tertentu, maka itu menunjukkan keharaman perbuatan tersebut, dan ia termasuk perbuatan dosa besar
Mudah-mudahan Allah menguatkan kita untuk menjahuinya Amiin.

Note: Terlepas dari status hukumnya, sebaiknya kita hindari saja. Sebab Rasulallah sudah mewanti-wanti. 

Wallahu A’lam.
*Ringkasan penjelasan pangaosan Pangersa Akang Mumu, Cikole dan dari sumber lain.

Tuesday, 30 August 2016

August 30, 2016

SALAM


Salam, suatu yang lumrah, sudah hampir dikenal semua kalangan balita hingga tetua. Baik yang muslim atau pun non muslim. Ya, salam adalah sapaan dalam agama Islam yang diwajibkan. Allah memerintahkan kita untuk menebar salam. Salam atau Assalamu’alaikum merupakan sebuah kalimat bahasa arab yang berarti semoga keselamatan bagimu. Pendek kata, salam bukan sekadar sapaan biasa ketika kita bertemu dengan orang lain saja. Seperti selamat pagi, selamat siang, dan selamat-selamat yang lainnya. Lebih dari itu, salam adalah  doa untuk keselamatan. Keselamatan bagi yang mengucapkannya, juga bagi yang menjawabnya.  

Selama ini, mungkin kebanyakan dari kita justru,  malah menganggap salam adalah hal yang remeh dan kecil, Sehingga tidak jarang kita lupa  mengucapkannya. Atau bahkan kita sengaja mempersingkatnya.  Padahal nyata sekali, kemanfaatan salam itu besar. Maasya Allah.

 Berbicara tentang keselamatan. Semua orang butuh keselamatan. Bahkan mencari-cari keselamatan tersebut. Pekerja ingin selamat dalam bekerjanya, mahasiswa ingin selamat dari ujiannya, musafir ingin selamat di perjalanannnya, pedagang ingin selamat dari kerugian, petani juga ingin selamat tanamannya. Itulah sedikit gambaran, bahwa selamat dibutuhkan serta didambakan semua orang. Bahkan dalam hal ini, bukan saja orang baik yang membutuhkannya. Sebab, tukang maksiat atau si pendosa pun ingin selamat. Misalnya, pencuri ingin selamat dari kejaran warga. Koruptor ingin selamat dari pemeriksaan KPK. Yang selingkuh selamat dari kecurigaan istri atau suaminya. Dan lain sebagainya.

Saat mengucap salam, maka tanpa kita sadari kita sudah menunjukan kepedulian terhadap sesama. Ya, peduli atas keselamatan mereka. Bahkan dalam perintah salam. Kita tidak hanya dituntut untuk mengucapkan salam kepada orang-orang terdekat, atau yang sudah kita kenal saja. Tetapi kepada yang belum kita kenal pun kita diperintahkan.
 
Dalam sabdanya, Rasulallah SAW mengatakan, “Hai manusia, sebarkanlah salam, berdermalah makanan, hubungkanlah tali persaudaraan, shalat malamlah pada saat orang-orang sedang tidur lelap. Niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat. (H.R: Amad, Tirmidzi, Ibnu Majah). Dari kandungan hadits di atas. Dapat kita simpulkan bahwa, keistimewaan salam, di antaranya yaitu, Allah menghadiahkan surga bagipenebar salam. Maka, alasan apalagi yang membuat kita, tidak berburu mengucapkan salam? Ayo, menebar salam. Wassalamu’alaikum.

Friday, 3 June 2016

June 03, 2016

MENGENAL MMQ

MMQ atau Musabaqah Menulis Al-Quran adalah salah satu mata lomba cabang dari Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ). Meskipun usianya sudah memasuki tahun ke 11. Namun lomba yang satu ini, belum banyak dikenal. Belum banyak yang tahu keberadaannya. Hal itu saya simpulkan dari banyaknya rekan MEDSOS yang menanyakan, apa singkatan dari MMQ.

Sebenarnya, MMQ itu nama baru. Awal keberadaannya, namanya bukan MMQ. Tapi M2IQ ( Musabaqoh Menulis Isi Alquran). Setelah itu namanya berubah lagi menjadi M2KQ (Musabaqoh Menulis Kandungan Al-Quran). Dan kemudian berganti lagi menjadi MMQ. Seperti yang sekarang, nama resminya MMQ.

MMQ pertama kali diperlombakan ketika tahun 2003, saat itu lokasi MTQnya di Pondok Pesantren Cipasung. Kabupaten Tasikmalaya. Dan kemarin adalah MMQ yang ke 11, yang berlokasi di Kota Tasikmalaya. Tepatnya di Gedung Dakwah Islamiyah, samping mesjid Agung Kota Tasikmalaaya.

MMQ disebut sebagai lomba paling seksi. Sebab perlombaan ini, sangat berbeda dengan lomba-lomba lainnya. Menggunakan mesin Tik manual, jadul sih, namun itu adalah upaya agar keoriginalan karya penulis terjaga.
Pada saat lomba, peserta MMQ diperkenankan membawa buku referensi sebanyak-banyaknya. Karena memang aturannya, tulisan harus kaya referensinya. Tidak sembarangan. Buku-buku yang digunakan pun mesti  yang usianya 5 tahun dari tahun penyelenggaraan lomba. Atau bisa juga menggunakan buku atau kitab para ulama terdahulu. Jadi intinya buku-buku yang dijadikan referensi haruslah buku yang baru terbit. Atau kalau pun tidak yang usianya sudah berratus-ratus tahun.
Selain itu, aturannya, peserta harus membuat tulisan yang panjangnya minimal 10 halaman A4. Panitia akan memberikan waktu selama 7-8 jam. Waktu yang panjang itu bebas digunakan untuk apapun. Asalkan ketika tiba waktunya, tulisan harus dikumpulkan.  Jadi 8 jam itu peserta sendiri yang ngatur.

Ada tiga babak yang harus dilewati para peserta. Mulanya, babak penyisihan. Dibabak ini seluruh peserta harus nulis secara serempak satu buah tema. Karena ketika lomba, panitia akan memberikan dua buah tema. Nah dibabak penyisihan ini, peserta boleh memilih satu dari keduanya. Selanjutnya peserta akan disaring menjadi enam orang putera dan enam orang putri. Mereka adalah orang-orang yang akan kembali bersaing di babak Semi Final. Dibabak ini, peserta juga diwajibkan nulis lagi, dengan mengacu pada tema yang belum digunakan. Namun biasanya, dibabak ini, panita akan mengurangi waktu yang diberikan. Yaitu satu jam. Jika pada babak sebelumnya peserta berhak menggunakan 8 jam. Tetapi di sesi ini, peserta hanya diberikan waktu selama 7 jam. Menurut saya, semi final ini adalah babak paling menegangkan. Karena antar peserta harus saling menyingkirkan, satu lawan satu. Dan tentunya hal itu tidak mudah. Sebab, ke enam orang yang lolos ke babak ini, tentu saja orang-orang pilihan. Jagoannya. Dan selanjutnya, peserta akan diambil 3 orang putera dan 3 orang putri. Ya, lain dari babak sebelumnya, di babak final ini, peserta tidak lagi harus nulis di mesin ketik yang ngangenin itu. Tapi, di babak ini, peserta harus mempresentasikan tulisannya, selama 10 menit. 5 Menit presentasi dan 5 sisanya adalah sesi tanya jawab dengan dewan hakim.

Akhirnya,  bagi saya, selaku yang pernah ngalamin MTQ cabang MMQ. MMQ itu butuh kecerdasar segala-galanya. Cerdas nuangkan idenya, cerdas ngetiknya, cerdas mengatur waktunya. Dan di samping itu pula, MMQ itu butuh kecerdasan akademik juga  tehnik. Pokoknya perpaduan antara keduanya. Tidak cukup bisa nulis saja, tanpa dibarengi dengan paham soal tehnik.

*Mungkin itu saja, uraian singkatnya. Ayo, asah kemampuan kalian dengan ikutan lomba ini. Semoga bermanfaat.

June 03, 2016

ESTAFET PRESMA IAIC JATUH KE TANGAN SANG HAFIZH

Beberapa bulan setelah habis masa jabatan kepemimpinan Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) periode 2015-2016. Akhirnya, pemilihan PRESMA untuk periode 2016-2017 pun digelar pada Rabu, 01 Juni 2016 bertepatan dengan lahirnya pancasila.

Acara yang dilaksanakan di gedung Aula IAIC itu berlangsung dari pukul 08.00 hingga  15.00. Sebelum pemilihan berlangsung para calon PRESMA yang terdiri dari tiga pasangan tersebut diharuskan menyampaikan visi dan misi yang mereka miliki. Dan mesti menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta pemilihan dan tamu undangan.

Para calon kandidat adalah hasil verifikasi Rektor. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KOPURMA) Saiful Millah, "Sebenarnya ada 7 pasangan kandidat yang mendaftar. Namun setelah diverifikasi oleh Rektor, yang berhak maju hanya 3 pasangan." Ketiga pasangan calon PRESMA tersebut adalah Muhammad Fuad Syafi'i dan Muhammad Idad Arif calon nomor urut satu. Muhammad Fakhruddin dan Imron Rosyadi calon nomor dua. Dan calon nomor urut tiga, Aminuddin Aziz dengan Akbar Nugraha.

Akhirnya, setelah penghitungan surat suara selesai, keluarlah pasangan nomor satu Fuad dan Idad yang menerima estafet kepemimpinan di Instutut Agama Islam Cipasung sebagai ketua Presma dan wakil Presma periode 2016-2017. Pasangan nomor satu ini mendapatkan suara  jauh lebih unggul dari ke dua pasangan lawannya, yaitu dengan perolehan suara 79. Sedangkan calon nomor 2 mendapatkan 35 dan calon nomor tiga memeperoleh 11 suara.

Ketua Presma terpilih, Muhammad Fuad Syafi'i yang berlatarbelakang hafizh, memiliki misi baru untuk memajukan IAIC. Tentu saja dengan mengandalkan kemampuannya dibidang Hafalan Alquran. Ia mengatakan, "Akan menjadikan mesjid kampus sebagai pusat kegiatan mahasiswa. Menambahkan satu program baru yaitu KT3 (Kuliah, Tahfizh, Tahsin dan Tafsir), hal itu demi untuk menunjang juga mengantisifasi mahasiswa tingkat akhir, yang mulai diwajibkan hafal juz 30."

Thursday, 28 April 2016

April 28, 2016

BUKAN BEGO BIASA


Bego. Kira-kira apa yang terlintas di hati kalian saat mendengar kata itu? Sakit hati kah, marah kah, atau setres dengan ungkapan itu. Saya pikir wajar, jika seketika kita merasa tidak enak hati, jika kata itu dilempar ke arah kita. Pasalnya, bego merupakan kata dari bahasa Sunda, yang artinya “bodoh”. Bego ini, bahasa sunda yang kasar. Makanya, selain maknanya yang menjengkelkan, dari kosa katanya pun, bikin enek. Sumpah. Heu

Namun, kali ini, saya bukan hendak membahas bego dalam makna di atas. Bego yang satu ini, adalah bego yang berkarakter, tidak dijauhi, namun didatangi. Bego yang banyak mencuri perhatian. Bego yang indah dan sangat cantik. Bego yang membuat mata kita berdansa. Anda penasaran? Mari saya tunjukan

 Taraaaa…Inilah BEGO, BEGONIA kebun Bunga yang cocok buat kalian jumpai. Liburan bête dong di kamar terus, mending ke sini. Tenang,  tiketnya murah meriah kok. Cuma Rp. 7000. Dengan hanya merogoh receh tujuh ribu rupiah, kamu sudah bisa menikmati hamparan bunga warna-warni. Selain kebun  bunga, di Begonia ini pun tersedia tempat buat outbond khas taman Begonia. Di samping itu, ada pula café, resto, mushala dan lain-lain.
Kebun Begonia ini, berada pada ketinggian 1200 mdpl. Tempatnya dingin karena memang kawasan perbukitan. Pokoknya Begonia itu icon cantik dari kota yang terkenal dengan julukan “Kota Kembang”. Bandung bukan lagi Lautan Api. Tapi, jadi lautan bunga. Selain macam-macam bunga yang elok, satu lagi yang unik dan bikin tambah greget dari tempat ini. Yaitu alunan angklung dengan lagu Mojang priangan. Euh.. Sundaaaa banget. Mantap.
Meskipun, Begonia adalah taman bunga. Tapi Begonia tidak hanya dapat menaklukan hati pecinta bunga yang umumnya perempuan. Banyak juga laki-laki yang terpesona dengan keindahannya. Makanya, taman ini, tidak hanya dipenuhi kaum hawa. Tapi kau Adam pun ikut berselfie ria.
Jadi, kalau ada waktu luang, anda bisa mengunjungi tempat ini. Baik sendiri, ataupun bareng keluarga dan teman-teman. Awas loh, jangan sama pacar. Dosa, kecuali pacar yang sudah dihalalkan dengan ijab qabul.! 
Oh iya, untuk menuju kawasan ini. Taman Begonia terletak di Kabupaten Bandung Barat tepatnya di Jl. Maribaya No.120 A Lembang. Tempat ini buka pukul 08.00-17.00 WIB.

Ayo piknik dan jangan lupa dzikir :)

#ExploreBandung
#MyTraveling 
#Sahabaterbak
#28aApril2016

Tags

Artikel (10) Pesantren (7) IAIC (5) puisi (4) Kampus (3) Mahasiswa (2) Potret (2) Wawasan (2) Buku (1) Cipasung (1) Inspiratif (1) Resensi (1) Sekolah (1) agama (1) kegiatan (1) traveling (1)