Cipasung Peduli Kesetaraan Gander
![]() |
| Season Bedah Buku (Dokumen pribadi) |
Nursyahbani Katjasungkana aktivis pejuang hak-hak perempuan masa kini
meluncurkan buku terbarunya di Cipasung Tasikmalaya, acara tersebut berlangsung
pada Kamis (08/10). Buku yang ditulisnya bersama Ratna Bantara Munti salah
seorang Pengurus Yayasan LBH-APIK Jakarta (Asosiasi
Perempuan Indonesia Untuk Keadilan) itu bertajuk ”Dari Inspirasi Menjadi
Harapan: Perempuan Muslim Indonesia & Kontribusinya Kepada Islam Yang
Pluralis dan Damai.
Acara peluncuran dan bedah buku karya dua
orang pengurus LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta, tersebut diselenggarakan di
gedung Ukhwah yang lokasinya tepat di samping gedung Sekolah Mennngah Kejuruan Kesehatan (SMK-Kes) KH. Moh Ilyas
Ruhiat yang dipimpin oleh salah seorang
tokoh yang kisahnya dimuat dalam buku, yaitu, Enung Nursaidah yang juga Ketua Pusat
Krisis Untuk Korban Kekerasan (PUSPITA) di Tasikmalaya.
Acara tersebut selain dihadiri santri juga di hadiri oleh para delegasi
dari komunitas-komunitas di Tasikmalaya, seperti Komunitas Penulis IAIC(KOPI),
Komunitas Lelaki Pesantren, juga dari organisasi-organisasi islam diantaranya, Korps
PMII Putri (KOPRI), Ansor juga Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU).
Buku tersebut berisikan tentang perjuangan enam
tokoh Perempuan Indonesia yang berjuang di tengah maraknya problem gander
diperbincangkan publik. Ke enam tokoh itu adalah Ummi Anisah (Pemimpin
pesantren putri di Meulaboh, Aceh). Enung Nursadiah Ilyas (Kepala PUSPITA Tasikmalaya, Jawabarat).
Badriyah Fayumi (Politisi, pengasuh pesantren dan aktivis perempuan dari Kota
Bekasi). Aini Masruri (Pimpinan pesantren perempuan dan Anggota DPRD Lombok).
Inayah Rohmaniyah (Feminis, peneliti dan dosen di UIN Yogyakarta). Nyi Ruqoyyah (Aktivis dan pimpinan pesantren di Bondowoso).
Penulisan buku ini semata-mata untuk
menunjukan bahwa perempuan, berhak andil dalam urusan ummat. Seperti telah
disebutkan oleh Ratna, bahwa ke enam tokoh yang kisahnya ditulis merupakan
sebagian kecil dari para perempuan yang memeperjuangkan hak-haknya. Di luar
sana masih banyak perempuan-perempuan yang berjibaku serta berkhidmat untuk
kemajuan ummat.

2 comments:
cukup informatif artikelnya,, cuma menurut saya substansi bukunya ngga terlalu kekupas. paragraf terakhir penutup tulisan juga sepertinya ngga diperlukan.
jadi mesti dibahas lebih lanjut lagi mengenai isi buku y kang?
Oh gtu ya, oke sebaiknya dihapus aja gtu.
Post a Comment