Friday, 9 October 2015

Cipasung Peduli Kesetaraan Gander

Season Bedah Buku (Dokumen pribadi)


Nursyahbani Katjasungkana aktivis pejuang hak-hak perempuan masa kini meluncurkan buku terbarunya di Cipasung Tasikmalaya, acara tersebut berlangsung pada Kamis (08/10). Buku yang ditulisnya bersama Ratna Bantara Munti salah seorang  Pengurus Yayasan LBH-APIK Jakarta (Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan) itu bertajuk ”Dari Inspirasi Menjadi Harapan: Perempuan Muslim Indonesia & Kontribusinya Kepada Islam Yang Pluralis dan Damai. 

Acara peluncuran dan bedah buku karya dua orang pengurus LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta, tersebut diselenggarakan di gedung Ukhwah yang lokasinya tepat di samping gedung Sekolah Mennngah Kejuruan Kesehatan (SMK-Kes) KH. Moh Ilyas Ruhiat yang dipimpin oleh salah seorang  tokoh yang kisahnya dimuat dalam buku,  yaitu, Enung Nursaidah yang juga Ketua Pusat Krisis Untuk Korban Kekerasan (PUSPITA) di Tasikmalaya. 

Acara tersebut selain dihadiri santri juga di hadiri oleh para delegasi dari komunitas-komunitas di Tasikmalaya, seperti Komunitas Penulis IAIC(KOPI), Komunitas Lelaki Pesantren, juga dari organisasi-organisasi islam diantaranya, Korps PMII Putri (KOPRI), Ansor juga Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU).  

Buku tersebut berisikan tentang perjuangan enam tokoh Perempuan Indonesia yang berjuang di tengah maraknya problem gander diperbincangkan publik. Ke enam tokoh itu adalah Ummi Anisah (Pemimpin pesantren putri di Meulaboh, Aceh). Enung  Nursadiah Ilyas (Kepala PUSPITA Tasikmalaya, Jawabarat). Badriyah Fayumi (Politisi, pengasuh pesantren dan aktivis perempuan dari Kota Bekasi). Aini Masruri (Pimpinan pesantren perempuan dan Anggota DPRD Lombok). Inayah Rohmaniyah (Feminis, peneliti dan dosen di UIN Yogyakarta). Nyi Ruqoyyah (Aktivis dan pimpinan pesantren di Bondowoso). 
 
Penulisan buku ini semata-mata untuk menunjukan bahwa perempuan, berhak andil dalam urusan ummat. Seperti telah disebutkan oleh Ratna, bahwa ke enam tokoh yang kisahnya ditulis merupakan sebagian kecil dari para perempuan yang memeperjuangkan hak-haknya. Di luar sana masih banyak perempuan-perempuan yang berjibaku serta berkhidmat untuk kemajuan ummat. 

2 comments:

Al-Irfan said...

cukup informatif artikelnya,, cuma menurut saya substansi bukunya ngga terlalu kekupas. paragraf terakhir penutup tulisan juga sepertinya ngga diperlukan.

Unknown said...

jadi mesti dibahas lebih lanjut lagi mengenai isi buku y kang?
Oh gtu ya, oke sebaiknya dihapus aja gtu.

Tags

Artikel (10) Pesantren (7) IAIC (5) puisi (4) Kampus (3) Mahasiswa (2) Potret (2) Wawasan (2) Buku (1) Cipasung (1) Inspiratif (1) Resensi (1) Sekolah (1) agama (1) kegiatan (1) traveling (1)