Bisa kita saksikan sendiri di media seperti televisi dan koran, dua media tersebut saban harinya seperti tak luput menampilkan laporan perilaku kotor para koruptor yang tidak lain adalah pegawai pemerintahan negeri kita sendiri.
Pejabat yang semestinya menjadi tumpuan harapan masyarakat justru malah menginjak-menginjak. Hingga hak-hak rakyat terjajah.
Ya betul bangsa Indonesia memang sudah merdeka sejak 69 tahun yang lalu. Akan tetapi rasanya kini kita justru kembali dijajah parahnya penjajah itu adalah mereka orang-orang Indonesia sendiri.
Seorang pejabat yang semestinya menjadi pigur yang baik, yang patut ditiru prilakunya, dan ditaati ucapannya, faktanya malah sebaliknya.
Pada 04 Februari 2015 lalu saya melihat poster yang dimuat di salahsatu media cetak. Dalam poster tersebut tertera kalimat berikut"JAGA KEWARASAN, JANGAN TIRU PEJABAT". Poster itu kabarnya didapat di daerah Yogyakarta.
Hal lain yang justru cukup menyita perhatian saya, yang saya tangkap dari kejadian itu adalah, bagaimana jadinya jika hal semacam itu menjangkit tokoh Agama. Yang selama ini menjadi panutan sekaligus guru kita dalam mempelajari Islam secara luas.
Kekhawatiran yang berlebih, jika itu yang terjadi. Bagaimana tidak, Ulama dan Kiai merupakan warosatul ambiya(Pewaris Para Nabi) Tak bisa dibayangkan jika rakyat memusuhi golongan yang satu ini. Bagaimana jika rakyat menyerukan hal yang sama pada mereka, "JANGAN TIRU ULAMA" apa yang mau dikata?
No comments:
Post a Comment