Sunday, 1 March 2015

Shadaqoh Sampah Ala Bank Sampah Tasikmalaya





Sampah menjadi masalah yang sangat urgen, tidak heran lagi sebab di mana-mana mudah sekali ditemukan sampah. Di halaman, jalanan, selokan, sungai bahkan dalam kendaraan pribadi maupun umum sekalipun.  

   Betul,  kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya belum melekat dalam diri masyarakat. Slogan "Jangan Membuang Sampah Sembarangan" pun bak pedang tumpul saja. Samasekali tidak memberi pengaruh.

     Padahal semua tahu, sampah bisa menjadi satu hal yang mengancam kesejahteraan hidup. Bagaimana tidak, sudah banyak tragedi bencana yang penyebab utamanya adalah sampah. Anda ingat insiden yang terjadi di Leuwigajah, Ciamahi, Jawa barat? Ya, betul insiden ini lah yang memicu adanya peringatan Hari Peduli Sampah yang dicetuskan pada 21 Februari 2005 bertepatan dengan terjadinya bencana longsor tersebut.

      Dalam rangka memperingati hari peduli sampah. yang jatuh pada hari Sabtu, 21 Februari 2015. BST (Bank Sampah Tasikmalaya) bekerjasama dengan kampus-kampus yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya-- seperti kampus UNSIL(Universitas Siliwangi), IAIC(Institut Agama Islam Cipasung), STTC(Sekolah Tinggi Teknologi Cipasung) dan yang lainnya. Mengadakan jalan sehat peduli sampah. Para Mahasiswa berjalan  kurang lebih 100 Meter yang starnya di Perempatan  jalan Muktamar dan  berakhir di Alun-alun Singaparna. Bukan sekadar jalan santai biasa akan tetapi di sepanjang jalan mereka memunguti sampah yang berserakan di jalanan pun di trotoar. Ini merupakan gerakan awal dari penanggulangan sampah.

     Mengingat Singaparna pernah dijuluki sebagai Kota Terkotor ke-dua. Maka kegiatan ini  adalah salahsatu bentuk progres dalam membersihkan nama baik Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Singaparna. "Bukan saja bersih namanya tapi juga lingkungan dan masyarakatnya" Pungkas salahsatu penggagas BST yang saat itu berorasi.

  Berawal dari kekhawatiran dan berpengharapan Tasik sesuai dengan julukannya yaitu Kota Resik. Saat ini, orang-orang BST, tengah mengajak dengan mensosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat Tasik  untuk menshodaqohkan sampah rumah tangga mereka, yang akan di daur ulang menjadi sesuatu yang berguna, dan pastinya dapat dimanfaatkan kembali.

  Penggunaan kalimat "Shadaqoh Sampah" diharapkan bisa menjadi motivasi yang akan mendorong masyarakat untuk memperhatikan sampah, dan tidak sembarang lagi membuang sampah. Karena semua tahu, shodaqoh itu merupakan amal kebaikan. Lagipula shodaqoh sampah itu tidak sulit dan samasekali tidak memberatkan. Jika pengelolaan sampah baik, maka sampah tidak akan lagi mendatangkan musibah, tetapi justru menjadi berkah… Semoga!!!



2 comments:

Tags

Artikel (10) Pesantren (7) IAIC (5) puisi (4) Kampus (3) Mahasiswa (2) Potret (2) Wawasan (2) Buku (1) Cipasung (1) Inspiratif (1) Resensi (1) Sekolah (1) agama (1) kegiatan (1) traveling (1)