Pencitraan Modus Bagus Bagi Penulis
![]() | |
| sumber: www.arrahmah.com |
Konon menurut beberapa reperensi yang penulis baca, kata dasar pencitraan adalah citra yang makna sederhananya adalah kesan atau gambaran.
Penulis sendiri menyimpulkan makna dari pencitraan, yaitu usaha yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok orang dengan menciptakan kesan atau gambaran dirinya yang baik, demi menaikan rasa simpatik masyarakat.
Anggapan-anggapan masyarakat mengenai pencitraan terhadap para pejabat diantaranya: Kegiatan Blusukannya Bapak Presiden Indonesia Joko widodo, kemudian Pak Mentri BUMN Dahlan Iskan yang tidak jarang naik kereta api. Atau juga Bupati Tasikmalaya yang seringkali mengupload kegiatan-kegiatannya bersama masyarakat di facebook.
Bertentangan dengan itu, justru pencitraan bagi seorang penulis adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Mengapa? karena memang penulis itu harus eksis dan bila perlu narsis. Tidak apa, asal tidak menabrak batas wajarnya.
Aktif memposting tulisan di media sosial seperti facebook, blog, atau yang lainnya merupakan keharusan bagi seorang penulis. Selain akan mendapat pengakuan dari teman-teman fecebooknya bahwa dia penulis yang konsisten. Setidaknya tulisannya berpotensi untuk dibaca banyak orang.
Dan bukan hanya itu saja, lebih jauhnya boleh jadi ada penerbit yang sedang mencari bibit penulis dan melirik tulisan-tulisannya. Siapa tahu nanti bisa saja ditawari bikin buku. Mengingat salahsatu penerbit pernah berkata "Mencari tulisan itu tidak sulit, yang sulit adalah mencari penulis".

No comments:
Post a Comment