Seminar Umum Asean Ekonomi Community Di IAIC
![]() |
| (Seminar Umum AEC di AULA SMAI Cipasung) |
Mentri
Intra BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa) Institut Agama Islam Cipasung pada hari
Kamis 30 April 2015 lalu, menggelar
Seminar Umum Ekonomi Asean Community. Ketua Pelaksana kegiatan (Ilham Syawal)
pada sambutannya mengungkapkan tujuan diadakannya Seminar tersebut adalah
sebagai wujud rasa peduli dan perhatian mahasiswa terhadap MEA.
Menurut
laporan dari panitia, seminar tersebut dihadiri sekitar 330 mahasiswa, dari
Kampus IAIC dan Kampus yang lainnya seperti STAI Tasikmalaya, IAID dan
lain-lain. Tak banyak hal yang dibahas atau disinggung dalam pertemuan itu,
memang sedikit namun menurut penulis hal itu membekas.
Dalam
seminar tersebut dihadirkan Empat Narasumber, yaitu Pejabat Diskoperindag Kabupaten Tasikmalaya, Pengamat Politik
Tasikmalaya bapak Asep M. Tamam yang juga merupakan salahsatu dosen di kampus
IAIC, Ketua HIPMI(Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) cabang Tasikmalaya. Dan
Sekretaris KNPI Kabupaten Tasikmalaya.
Bapak
Caca dari Diskoperindag menyatakan bahwa "Tasikmalaya ini memiliki
beberapa Industri kecil yang bisa diandalkan, misalnya; Industri kecil Bordir,
Pandan, Golok dan yang lainnya." Ya, bordir Tasikmalaya memang cukup
dikenal, Akan tetapi satu kelemahan dari
para pengusaha industri kecil bordir atau yang lainnya, yaitu tidak memiliki
skill dalam memasarkan produknya sendiri di daerahnya. Sehingga justru hasil
produksinya malah dilempar ke tangan orang lain, maka tidak heran di pasarkan
di luar Kota. Hal itu harus menjadi perhatian sekaligus PR wajib bagi
pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk memperdayakan dan memberikan pelatihan
kepada para pengusaha bordir atau yang lainnya supaya selain bisa memproduksi
mampu juga memasarkannya.
Dalam
kesempatan tersebut pun, Ketua HIPMI cabang Tasikmalaya, mengajak para peserta
yang hadir, untuk bergabung dan menjadi Pengusaha Muda dengan modal kraetif.
Menurutnya, agar produksi atau usaha
dapat diterima pasar dan memiliki nilai jual yang tinggi, tidak hanya modal materi yang diperlukan,
akan tetapi modal kreatif sangat menunjang.
Lepas
dari kegiatan ini diharapkan para mahasiswa yang merupakan agen perubahan masa
depan, bisa membangun usaha-usaha baru, yang
mampu bersaing di pasar bebas Asean. Di samping itu pun harapannya
semoga kaum muda bisa lebih mencintai produk dalam negeri. Dan justru tidak membangga-banggakan produk luar.

No comments:
Post a Comment