Tuesday, 12 May 2015

Seminar Umum Asean Ekonomi Community Di IAIC


(Seminar Umum AEC di AULA SMAI Cipasung)
              MEA(Masyarakat Ekonomi Asean) atau EAC (Ekonomi Asean Community) merupakan program negara-negara Asean yang di deklarasikan pada KTT Asean Oktober 2003 silam pada concrod Bali II. Pada mulanya MEA Ini dicanangkan akan diimplementasikan pada tahun 2020, namun pada pertemuan KTT ASEAN pada Januari tahun 2007, Pembentukan MEA disepakati  untuk dipercepat  menjadi tahun 2015, MEA ini akan dimulai 1 Januari 2016 nanti.

Mentri Intra BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa) Institut Agama Islam Cipasung pada hari Kamis 30 April  2015 lalu, menggelar Seminar Umum Ekonomi Asean Community. Ketua Pelaksana kegiatan (Ilham Syawal) pada sambutannya mengungkapkan tujuan diadakannya Seminar tersebut adalah sebagai wujud rasa peduli dan perhatian mahasiswa terhadap MEA.
Menurut laporan dari panitia, seminar tersebut dihadiri sekitar 330 mahasiswa, dari Kampus IAIC dan Kampus yang lainnya seperti STAI Tasikmalaya, IAID dan lain-lain. Tak banyak hal yang dibahas atau disinggung dalam pertemuan itu, memang sedikit namun menurut penulis hal itu membekas.



          
Dalam seminar tersebut dihadirkan Empat Narasumber, yaitu Pejabat Diskoperindag  Kabupaten Tasikmalaya, Pengamat Politik Tasikmalaya bapak Asep M. Tamam yang juga merupakan salahsatu dosen di kampus IAIC, Ketua HIPMI(Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) cabang Tasikmalaya. Dan Sekretaris KNPI Kabupaten Tasikmalaya.

Bapak Caca dari Diskoperindag menyatakan bahwa "Tasikmalaya ini memiliki beberapa Industri kecil yang bisa diandalkan, misalnya; Industri kecil Bordir, Pandan, Golok dan yang lainnya." Ya, bordir Tasikmalaya memang cukup dikenal,  Akan tetapi satu kelemahan dari para pengusaha industri kecil bordir atau yang lainnya, yaitu tidak memiliki skill dalam memasarkan produknya sendiri di daerahnya. Sehingga justru hasil produksinya malah dilempar ke tangan orang lain, maka tidak heran di pasarkan di luar Kota. Hal itu harus menjadi perhatian sekaligus PR wajib bagi pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk memperdayakan dan memberikan pelatihan kepada para pengusaha bordir atau yang lainnya supaya selain bisa memproduksi mampu juga memasarkannya.

Dalam kesempatan tersebut pun, Ketua HIPMI cabang Tasikmalaya, mengajak para peserta yang hadir, untuk bergabung dan menjadi Pengusaha Muda dengan modal kraetif. Menurutnya,  agar produksi atau usaha dapat diterima pasar dan memiliki nilai jual yang tinggi,  tidak hanya modal materi yang diperlukan, akan tetapi modal kreatif sangat menunjang.
 
Lepas dari kegiatan ini diharapkan para mahasiswa yang merupakan agen perubahan masa depan, bisa membangun usaha-usaha baru, yang  mampu bersaing di pasar bebas Asean. Di samping itu pun harapannya semoga kaum muda bisa lebih mencintai produk dalam negeri. Dan justru  tidak membangga-banggakan produk luar.

No comments:

Tags

Artikel (10) Pesantren (7) IAIC (5) puisi (4) Kampus (3) Mahasiswa (2) Potret (2) Wawasan (2) Buku (1) Cipasung (1) Inspiratif (1) Resensi (1) Sekolah (1) agama (1) kegiatan (1) traveling (1)