Tuesday, 25 August 2015

Meski Ramadan Telah Pergi, Ruhnya Harus Tetap Abadi


sumber: rmoljakarta.com

Kedatangan bulan Ramadan memang selalu dinantikan seluruh umat muslim di seluruh dunia. Jika dilukiskan, Ramadan itu bak hujan bagi petani yang telah lama menyaksikan ladangnya kekeringan, seperti seteguk air untuk dia yang penuh kedahagaan, bagai selimut tebal untuk dia yang tengah kedinginan, atau laksana payung bagi dia yang kepanasan.

Ramadan itu sangat berharga, mengapa Ramadan berharga? jelas, karena hanya di Ramadan pahala dilipat gandakan, hanya di Ramadan tidur pun jadi ibadah.
Tidak terasa kita sudah ditinggal lagi oleh bulan penuh keberkahan. Meski begitu ruh (kegiatan) Ramadhan harus tetap kita laksanakan, karena Ramadhan sebulan untuk satu tahun yang akan datang.

Sadar atau tidak, Ramadan adalah olahraga jasmani sekaligus rohani. Kenapa demikian? karena di bulan Ramadan seseorang dilatih juga dididik untuk kemudian menjadi manusia yang bertaqwa. Seperti telah Allah sebutkan dalam Firmannya, QS. Al-Baqarah ayat 183:
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Ayat di atas dengan jelas menyebutkan tujuan puasa bulan Ramadan sebagai suatu upaya untuk mencetak manusia yang bertakwa.

Seperti kata Sutrisno (Bupati Majalengka) dalam tulisannya yang dimuat pada 02 Juli 2015 di kabar harian Pikiran Rakyat. Bahwa: “Takwa adalah wujud suci (bersih) lahir dan batin. Kesucian (Batin) seorang hamba Tuhan.” Beliau pun menyebutkan bahwa Kesucian (kebersihan) dalam ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, baik kesucian lahir maupun batin.

Di samping melalui Puasa, takwa juga bisa terwujud dengan ditopang oleh kegiatan-kegiatan yang lumrah bahkan dianjurkan di bulan Ramadan. Seperti, Sahur, shalat tarawih, shalat malam, shalat dhuha, Tadarus Al-Quran, dan kegiatan sosial seperti shadaqoh, infak dan zakat.
Nah, berarti selama 30 hari itu. Jasmani juga rohani kita akan terus dan terus dilatih dan dididik.


Dengan 20 rakaat shalat tarawih kita akan terlatih untuk kuat beribadah. Dengan tadarus Al-Quran kita akan dilatih agar terbiasa membaca Al-Quran serta mentadaburinya, sehingga harapannya Al-Quran menjadi bacaan nomor pertama.
Dengan shalat malam dan sahur, kita akan terbiasa bangun di sepertiga malam itu. Dan perlu kita ketahui bahwa banyak sekali manfaat yang bisa kita raih jika mau memanfaatkan saat-saat itu.

Dan selain itu pula, puasa di bulan Ramadan juga menyehatkan tubuh. Ketika puasa diri kita dilatih untuk bukan hanya menahan diri dari makan dan minum saja. Akan tetapi kita harus bisa mengendalikan nafsu dan syahwat dari segala hal yang berpotensi mengurangi pahala bahkan membatalkan puasa. Seperti marah, berbohong, ghibah dan lain sebagainya.

Itu lah Ramadhan, sebulan tapi untuk setahun mendatang, semoga kita masih diperkenankan untuk merasakan kembali manisnya bulan itu. Amin


No comments:

Tags

Artikel (10) Pesantren (7) IAIC (5) puisi (4) Kampus (3) Mahasiswa (2) Potret (2) Wawasan (2) Buku (1) Cipasung (1) Inspiratif (1) Resensi (1) Sekolah (1) agama (1) kegiatan (1) traveling (1)